Peran Pustakawan Masa Kini: Di Tengah Manusia dan Mesin
  • 17 Juli 2025
  • Administrator
  • artikel
  • 1274 Kali Dilihat

Ditulis oleh Syifa (Pustakawan UMMI)

Sukabumi, www.perpustakaan.ummi.ac.id Saat ini mungkin banyak yang bertanya, apa peran seorang pustakawan di era digital? Apakah pustakawan masih dibutuhkan? Apakah pustakawan masih relevan? karena teknologi digunakan di hampir semua unsur kehidupan dan mungkin saja teknologi saat ini atau di masa depan akan menggantikan profesi pustakawan. Pustakawan masa kini harus melepaskan diri dari image yang melekat pada seorang pustakawan terdahulu di masyarakat yaitu tidak lebih dari seorang “penjaga perpustakaan” yang tugasnya hanya berkutat pada pengelolaan koleksi tercetak dan pencatatan peminjaman. Di tengah kehidupan saat ini yang dikuasai oleh mesin, big data dan Artificial Intellegent (AI), justru seorang pustakawan harus menciptakan stigma baru di masyarakat terkait peran seorang pustakawan. Melalui pemanfaatan teknologi yang semakin canggih pustakawan dapat memberikan layanan yang relevan dan melaksanakan program yang tidak hanya up to date namun juga berdampak terhadap sosial. Peran pustakawan masa kini menjadi penting sebagai jembatan penghubung antara manusia dan mesin melalui pemenuhan kebutuhan informasi.

Peran Pustakawan : Antara Manusia dan Mesin

Dengan demikian, pustakawan memiliki peran yang penting di era saat ini. Lalu, apa saja sebenarnya peran pustakawan masa kini?, hal tersebut dapat diuraikan dalam tiga poin berikut:

1. Pustakawan Sebagai Katalisator Pemerataan Akses Informasi

Akses terhadap informasi di era digitalisasi ini semakin mudah dan murah, melalui gadget kita dapat mengakses informasi dimanapun dan kapanpun tanpa harus mengeluarkan biaya transpor. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan kemudahan tersebut untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Dalam situasi ini, seorang pustakawan berperan dalam meningkatkan literasi digital penggunanya dan mengurangi kesenjangan digital. Adapun, contoh yang dapat dilakukan yaitu memberikan bimbingan akses ke database informasi digital seperti website atau aplikasi penyedia e-book, jurnal atau pun informasi lainnya sesuai dengan kebutuhan pengguna.

2. Agen Perubahan Melalui Program Berdampak

Sudah bukan zamannya lagi seorang pustakawan hanya berdiam diri di perpustakaan, dibalik rak dan meja layanan menunggu pengunjung datang, banyak sekali yang dapat dilakukan yaitu melalui pelaksanaan program berdampak. Salah satu isu yang sampai saat ini masih menjadi momok di masyarakat kita yaitu rendahnya minat baca, program peningkatan minat baca dapat menjadi solusi dari masalah tersebut dan masih banyak lagi isu-isu yang dapat diatasi melalui program berdampak, tinggal bagaimana seorang pustakawan dapat menciptakan program yang kreatif, inovatif serta relevan bagi masyarakat penggunanya.  Disinilah pentingnya peningkatan kapasitas kompetensi, seorang pustakawan harus haus akan ilmu dan menerapkan pembelajaran sepanjang hayat agar tetap relevan dan dapat memenuhi kebutuhan informasi yang semakin kompleks seiring perubahan zaman.

3. Pelayan Informasi dan Mitra Riset

Berangkat dari seorang pelayan informasi, tentunya pustakawan memiliki banyak informasi yang dapat digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan riset. Untuk menjadi mitra riset, pustakawan harus memiliki beberapa skill diantaranya:

  1. Penelusuran informasi secara cepat dan tepat

Kemampuan penelusuran tingkat lanjut sangat diperlukan dalam pencarian informasi baik melalui OPAC, database jurnal, repository dan lain sebagainya. Pustakawan dapat menerapkan teknik Boolean operator, filter pencarian dan fitur advanced search demi menemukan informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien. Selain itu diperlukan juga pemahaman dalam mengakses jurnal berbayar maupun open access. Untuk mengurangi cost riset pustakawan dapat memanfaatkan dengan baik open access resources yang tersedia salah satu contohnya melalui laman e-resources Perpusnas.

  1. Kemampuan mengoprasikan tools pendukung riset

Keterampilan dalam menggunakan tools pendukung riset akan sangat berguna dalam menunjang peran pustakawan sebagai mitra riset. Penggunaan tools dapat digunakan dalam keseluruhan tahapan penelitian mulai dari penelusuran informasi, pengolahan dan analisis data penelitian, penulisan sampai dengan publikasi. Beberapa contoh tools yang harus dikuasai diantaranya: Mendeley, Zotero, SPSS, Publish or Perish (PoP), VOSviewer, Bibliometrix, dan yang terbaru yaitu ChatGPT.

  1. Kemampuan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik

Dengan skill komunikasi dan kolaborasi yang baik, seorang pustakawan akan memahami kebutuhan riset peneliti dan menjadi fasilitator diskusi yang dapat menjelaskan informasi dengan jelas dan mudah dimengerti.

Itulah peran seorang pustakawan masa kini, kita dapat melakukan banyak hal bukan hanya sekadar “penjaga perpus” melainkan sosok yang dapat berkontribusi secara aktif terhadap kehidupan sosial melalui peningkatan literasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Dalam rangka semangat memperingati Hari Pustakawan Indonesia pada  tanggal 7 Juli yang baru saja disahkan tahun ini melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 81/M/2025, semoga sebagai pustakawan, kita bisa terus belajar dan berdedikasi untuk peningkatan literasi bangsa.

Konten Terkait :