Apa yang terlintas ketika mendengar kata “pustakawan” ? sosok pendiam di balik rak buku, yang sibuk menyusun katalog dan meminta pengunjung tenang?.
Citra itu sudah saatnya kita tinggalkan.
Di era informasi teknologi yang berkembang pesat, kita akrab dengan istilah influencer sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini dan kebiasaan masyarakat. Mereka menyebarkan informasi secara cepat dan luas melalui media sosial, membentuk tren, hingga mempengaruhi cara berpikir masyarakat.
Di tengah banjirnya informasi yang membingungkan, masyarakat kini membutuhkan lebih dari sekedar akses. Mereka memerlukan panduan yang terpercaya dari figur yang membantu memilah mana informasi yang valid, relevan, dan bermanfaat. Di hadirnya pustakawan mengambil peran baru, hadir sebagai influencer informasi yang relevan sesuai dengan kebutuhan zamannya.
Peran Pustakawan Sebagai Influencer Informasi
Kini pustakawan memiliki peran sebagai influencer informasi, di mana pustakawan tidak lagi dipandang sebagai penjaga buku namun menjadi tokoh yang aktif melakukan edukasi dan membentuk perilaku literasi melalui berbagai media dan menjangkau masyarakat yang lebih luas. Pustakawan sebagai influencer memiliki peran strategis, di antaranya:
- Menyebarkan informasi yang terpercaya dengan cara yang menarik sehingga mudah untuk dipahami masyarakat
- Mempromosikan literasi informasi secara luas sehingga meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi informasi bagi masyarakat
- Memanfaatkan media sosial (Instagram, tiktok, youtube, blog, podcast dan lain-lain) untuk memberikan edukasi dan akses informasi
- Membangun citra positif perpustakaan sehingga masyarakat merasakan keberadaan perpustakaan dan tertarik untuk memanfaatkan layanan perpustakaan.
Sedangkan aktivitas nyata yang dilakukan pustakawan sebagai pemberi pengaruh informasi , antara lain sebagai berikut :
- Membuat konten edukatif misalkan tentang cara mencari informasi yang valid
- Membuat ulasan buku secara menarik
- Mengadakan live streaming di media sosial
- Berkolaborasi dengan pembuat konten lain atau tokoh literasi, masyarakat pengguna untuk kampanye literasi
- Menjawab pertanyaan masyarakat secara terbuka di media sosial mengenai seputar perpustakaan dan literasi
Selain itu, masih banyak lagi aktivitas influencer yang dapat diciptakan oleh pustakawan dalam menjangkau masyarakat sehingga perpustakaan menjadi tempat yang memiliki pengalaman menarik bagi penggunanya. Pustakawan sebagai influencer adalah mereka yang membawa misi literasi ke ranah publik secara aktif, menarik, dan berdampak.
Kini pustakawan tidak hanya melayani di belakang meja, namun juga hadir di layar gawai, dengan mengusung semangat literasi yang bergaya kreatif dan penuh inovatif. Dengan semangat berinovasi, pustakawan terus bertransformasi menjadi figur publik yang inspiratif dan solutif bagi masyarakat sehingga menghadirkan wajah baru perpustakaan yang lebih terbuka, humanis, dan berdampak pada peradaban lintas generasi.