Sukabumi, www.perpustakaan.ummi.ac.id – Menjadi seorang pustakawan tentunya tidak akan terlepas dari berbagai aktivitas yang berhubungan dengan pengelolaan dan pelayanan informasi di perpustakaan. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, pustakawan perlu terus mengembangkan diri dalam hal kompetensi dan profesionalisme sehingga pustakawan mampu beradaptasi terhadap transformasi peran pustakawan.
Transformasi Peran pustakawan lebih strategis dan multifungsi
Di era teknologi dan inovasi saat ini, pustakawan memiliki peran yang lebih strategis dan multifungsi. Berikut transformasi peran pustakawan dalam meningkatkan kapasitasnya secara profesional, antara lain:
- Memberikan masukan intelektual dalam bentuk tulisan
Pustakawan dapat memberikan kontribusi intelektual dalam bentuk tulisan misalnya dengan menuangkan hasil pengalamannya dalam dunia kepustakawanan baik berupa strategi dalam proses pengembangan dan pengelolaan koleksi, menyebarkan inovasi layanan perpustakaan bagi pengguna (pemustaka), maupun program literasi informasi. Dengan demikian pengalamannya akan menjadi jauh lebih bermanfaat, sehingga dapat menginspirasi pustakawan maupun institusi lain untuk mengikuti atau mengadopsinya. Selain menulis pengalamannya, pustakawan juga dapat berkonstribusi terhadap pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi melalui tulisan dalam bentuk artikel ilmiah, buku atau laporan penelitian.
- Berperan dalam bidang pendidikan dan pelatihan
Pustakawan dapat mengambil peran dalam menyediakan dan mengelola sumber informasi berupa koleksi digital seperti e-book , e-journal , database online, dan repositori institusi yang relevan dengan kebutuhan pengguna di dunia pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku atau membantu pengembangan bahan ajar berdasarkan sumber informasi yang valid dan terkini. Selain itu, pustakawan dapat menjadi fasilitator literasi informasi (mencari, menyebarkan, dan menggunakan informasi secara efektif), menjadi narasumber informasi dalam pelatihan atau workshop misalnya mengenai literasi digital, referensi manajemen, teknik penulisan ilmiah, maupun penggunaan tools pendukung penelitian, juga menjadi motivator dan penggerak dalam mendukung peningkatan kegemaran membaca masyarakat.
- Menjadi inovator layanan perpustakaan
Pustakawan dapat terus mengembangkan layanan yang lebih kreatif di perpustakaan, seperti makerspace , ruang kolaborasi, podcast edukasi, klub literasi dan inovasi-inovasi lainnya. Layanan-layanan ini tidak hanya memperkaya fungsi perpustakaan, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan keterampilan, kreativitas, dan minat belajar masyarakat. Lebih jauh lagi, pustakawan berperan penting dalam mendorong transformasi perpustakaan menjadi ruang belajar aktif dan pusat komunitas bahkan berkolaborasi di lintas bidang. Dengan pendekatan ini, perpustakaan hadir sebagai institusi yang relevan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
- Menjadi pustakawan yang melek teknologi dalam upaya mengoptimalkan layanan
Dengan semakin canggihnya teknologi seperti adanya AI (Artificial Intelligence) tidak lantas menjadikan peran pustakawan tergantikan, melainkan dapat memperkuat dan mempermudah pekerjaan agar lebih efektif dan efisien sehingga layanan kepada pengguna dapat lebih optimal baik dalam proses pencarian informasi yang lebih cepat, akurat dan relevan, membantu dalam proses otomatisasi proses teknis seperti maupun administrasi pengatalogan, chatbot , pendeteksian plagiarisme karya tulis yang sangat berguna dalam layanan referensi kami, maupun membantu pustakawan dalam proses digitalisasi koleksi fisik dan karakter otomatis untuk teks membuat bisa dicari (searchable). Sehingga pustakawan yang melek AI akan lebih siap dalam menghadapi tantangan era informasi digital dan menjadi pilar penting dalam ekosistem pembelajaran modern.
- Aktif dalam mempromosikan bidang kepustakawanan dan literasi berbasis digital
Pustakawan dapat lebih aktif untuk mempromosikan bidang kepustakawanan maupun literasi, dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Tiktok, YouTube dan sebagainya, sehingga pengaruhnya dalam membangun masyarakat yang literat, kritis, dan melek informasi akan menjangkau yang lebih luas melalui konten-kontennya yang bersifat kreatif, menarik dan edukatif.
Itulah beberapa hal yang dapat menjadi gambaran terkait transformasi perpustakaan peranwan di era teknologi dan inovasi saat ini. Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat bagi pembaca baik dari kalangan akademisi, pustakawan, praktisi perpustakaan, maupun masyarakat umum yang peduli terhadap perkembangan dunia literasi dan informasi.
Salam Literasi